Wednesday, 10 June 2015

Dahsyatnya Puasa Ditinjau dari Sisi Kesehatan

Berbuka puasa

"Berpuasalah niscaya kamu akan sehat." Pesan ini benar-benar terbukti. Di balik perintah menahan lapar dan haus sepanjang hari itu, ternyata tersimpan makna yang luar biasa. Dari sisi kesehatan, kewajiban puasa sebulan sekali dalam setahun itu benar-benar dahsyat. Pesan tersebut menarik perhatian para pakar kesehatan dunia untuk meneliti rahasia di balik puasa.

Semua makhluk hidup di dunia ini menjalani puasa dengan caranya masing-masing. Pohon jati berpuasa dengan menggugurkan daunnya. Beruang berpuasa selam musim dingin sedangkan buaya berpuasa selama musim panas. Ikan salmon berpuasa ketika sakit hingga sembuh. Mereka semua berpuasa demi kelangsungan hidupnya.




Orang yang sedang berpuasa tidak sama dengan orang yang sedang kelaparan. Orang yang kelaparan bisa menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatannya. Sedangkan orang yang berpuasa malah sebaliknya, menimbulkan dampak positif yang menakjubkan.

Mengistirahatkan Organ-organ Pencernaan

Bekerja siang malam tanpa istirahat adalah sesuatu yang melelahkan. Demikian juga organ pencernaan. Organ pencernaan kita hanya minta jatah istirahat setahun sekali, yaitu di bulan Ramadhan. Itu pun hanya di siang hari. Ketika suara adzan maghrib mengalun, organ pencernaan kita bekerja lagi, bahkan mungkin lebih keras. Beruntunglah organ pencernaan yang mempunyai tuan yang selalu memberinya cuti di bulan Ramadhan. Lebih beruntung lagi jika diberi tambahan cuti pada hari Senin dan Kamis. 

Meningkatkan Detoksifikasi Tubuh

Pada saat berpuasa di dalam tubuh kita terjadi pembersihan dan pelepasan racun tubuh yang dalam istilah kesehatan dikenal dengan istilah detoksifikasi. Detoksifikasi ini meningkat pesat dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa. Selain itu detoksifikasi terjadi secara menyeluruh di seluruh organ tubuh kita. Efeknya luar biasa, setelah berpuasa sebulan penuh, tubuh kita menjadi lebih sehat dan lebih bugar.

Meningkatkan HDL dan Menurunkan LDL

High Density Lipoprotein (HDL) adalah kolesterol baik yang dapat melindungi kita dari serangan jantung dan stroke. Sebaliknya, Low Density Lipoprotein (LDL) adalah kolesterol jahat yang justru meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke (tersumbatnya pembuluh darah). Hebatnya, banyak penelitian mengungkapkan bahwa puasa dapat meningkatkan HDL dan menurunkan LDL. Dengan demikian, puasa berarti menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh




Pada saat berpuasa, limfosit akan meningkat hingga 10 kali lipat tetapi tidak sampai melampaui batas maksimumnya. Limfosit adalah jenis sel darah putih yang merupakan bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh. Limfosit ini akan mengeluarkan antibodi atau immunoglobulin bila ada benda asing masuk, misal kuman. Jadi, dengan berpuasa tubuh kita lebih kebal terhadap infeksi kuman.

Meningkatkan Regenerasi Sel

Metabolisme tubuh pada saat kita sedang berpuasa mengalami penurunan yang drastis. Karena metabolisme menurun banyak sel-sel tubuh yang kurang kerjaan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sel-sel tersebut untuk melakukan regenerasi atau peremajaan sel. Akibatnya, setelah sebulan kita berpuasa, kulit terasa lebih kencang dan lebih lembut. Jadi, berpuasa membuat kita sehat dan awet muda.

Mengontrol Berat Badan

Puasa yang dilakukan dengan benar akan membuat berat badan ideal, tubuh proporsional, kulit kencang, dan tidak terdapat lipatan-lipatan lemak di tubuh. Inilah saatnya bagi Anda yang ingin menaikkan berat badan ataupun menurunkannya. Puasa bisa membuat yang kurus jadi ideal, demikian juga yang gemuk.

Mengontrol Hormon Adrenalin

Ketika kita sedang marah, merasa ketakutan, melakukan sesuatu yang menegangkan, atau mengalami stres maka hormon adrenalin kita akan meningkat. Hormon adrenalin sangat baik dalam memberi dorongan energi untuk menghindari atau mempertahankan diri dari ancaman. Namun jika peningkatan hormon adrenalin ini tidak terkontrol, akan dapat memicu kecenderungan agresif, gangguan tidur, dan gangguan konsentrasi.

Sementara itu, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus. Puasa juga menahan hawa nafsu. Berarti puasa itu mengontrol hormon adrenalin. Orang yang marah pada saat puasa lebih terkendali, tidak sampai kebablasan. Demikian juga orang yang stres saat puasa akan lebih cepat teratasi daripada ketika tidak sedang berpuasa.

Menahan hawa nafsu atau mengontrol adrenalin juga membuat pikiran jadi tenang dan banyak pertimbangan. Keadaan ini membuat pikiran kita lebih tajam, lebih kreatif, dan lebih terkonsentrasi. Dengan kata lain, puasa dapat meningkatkan kemampuan otak kita.

Mengasah Indera

Berkenaan dengan menahan hawa nafsu, indera kita benar-benar digembleng untuk fokus pada hal-hal yang positif dan menghindari hal-hal yang negatif. Mulut tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor, mengumpat, dan menggunjing. Sebaliknya mulut dianjurkan untuk berkata-kata yang baik atau diam. Demikian juga mata, telinga, hidung, tangan, dan kaki. Dengan demikian, setelah kita menjalani puasa satu bulan penuh diharapkan agar kita mempunyai kesehatan jasmani dan rokhani yang optimal.

Demikian informasi tentang dahsyatnya puasa ditinjau dari sisi kesehatan. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.