Saturday, 12 September 2015

Tampak Gemuk, Ternyata Beri-beri

tampak gemuk

Sejak kecil, aku memang berperawakan gemuk. Kata-kata 'gemuk' yang ditujukan padaku sangatlah akrab di telinga. Suatu saat budheku curiga. Aku dipanggilnya ketika sedang bermain-main dengan teman-teman di depan rumahnya.

"Coba Budhe lihat kakimu. Gemukmu sekarang ini kok agak aneh. Wajahmu juga agak memerah," ujar budheku. Budhe kemudian mengamati sekujur tubuhku. Perhatiannya tertuju pada kakiku. Dipegangnya kakiku sambil diurut dengan jari-jarinya. Sampai di sekitar mata kakiku, Budhe berhenti sebentar sambil mengamatinya. Tiba-tiba kakiku ditekan dengan ibu jarinya. Aku tidak merasakan sakit, tetapi sangat kaget karena daerah yang ditekan membentuk cekungan yang tidak segera pulih. Setelah dijelaskan, ternyata aku menderita beri-beri basah.




Apa itu Beri-beri Basah? 

Istilah beri-beri ada yang mengatakan berasal dari bahasa Sinhala atau Sinhalese, yaitu bahasa sebagian besar penduduk Srilanka. Menurut bahasa Sinhala, beri-beri berarti 'aku tidak bisa, aku tidak bisa'. Ada juga yang mengatakan bahwa beri-beri berasal dari kata biri-biri (domba) karena penderita beri-beri tubuhnya gemuk dan cara berjalannya seperti domba. Kalau boleh saya gabungkan, beri-beri berarti 'aku tidak bisa berjalan normal karena jalanku seperti domba'.

Beri-beri basah adalah penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B1 atau thiamin. Beri-beri basah memengaruhi fungsi kerja jantung dan sistem peredaran darah. Detak jantung relatif lebih cepat dan berkeringat dingin. Otot jantung melemah sehingga peredaran darah terganggu. Akibatnya timbul pembengkakan, terutama pada kaki dan wajah. 

Gejala Beri-beri Basah

Beri-beri basah ini memang tidak berbahaya, bahkan terkesan lebih sehat. Bengkak pada tubuh yang diakibatkannya seringkali memberi kesan gemuk dan sehat. Tetapi jika diamati secara jeli, gemuk karena beri-beri ini tidak wajar dan tidak proporsional. Muka lebih tembem, terkesan bengep dan memerah seperti banyak tidur, bahkan terkesan habis dipukuli orang.

Kaki juga begitu, bengkaknya sampai menutupi mata kaki. Jari-jari kaki tidak tampak manis. Lingkar pergelangan kaki lebih membesar sehingga kaki tidak terlihat jenjang lagi. Yang paling mengagetkan, bengkak pada kaki bila ditekan akan meninggalkan bekas cekungan yang tidak segera pulih.

kaki bengkak, aboh, beri-beri

Penderita beri-beri akan merasa cepat lelah, kaki terasa cepat pegal dan linu. Jalan kaki 100 meter saja akan mengeluh kecapekan. Bangun dari duduk atau jongkok agak kesulitan. Jika sudah parah, jalan pun lamban dan goyah seperti domba. Sering kesemutan pada tangan dan kaki juga mengindikasikan gejala beri-beri.

Simak juga Tips Alami Mengatasi Kesemutan.

Siapa yang Berisiko Terserang Beri-Beri Basah?




Beri-beri basah bisa menyerang siapa saja. Mulai dari balita sampai lanjut usia. Beri-beri terutama akan menyerang mereka yang kekurangan asupan vitamin B1, kurang gerak, dan sedang menderita penyakit tertentu.

Kekurangan Vitamin B1

Beri-beri banyak dijumpai di Asia Tenggara. Hal ini karena sebagian besar penduduknya mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokoknya. Memang pada butiran padi terkandung vitamin B1, namun kandungan vitamin ini banyak yang hilang saat penggilingan padi menjadi beras. Vitamin B1 yang tersisa pada beras hanya mencukupi sekitar 1/4 hingga 1/3 kebutuhan vitamin B1 sehari untuk orang dewasa.

Di samping itu, kandungan vitamin B1 juga banyak hilang pada proses pencucian beras sebelum dimasak. Jangan terlalu bersih mencuci beras, jangan sampai airnya menjadi jernih. Tidak perlu takut nasinya tidak bersih dan putih. Jika ingin nasi tampak putih cerah, tambahkan saja perasan jeruk nipis.

Silakan simak:
Memutihkan Wajah dengan Air Cucian Beras.
Nasi Lebih Putih dan Tidak Cepat Basi Berkat Jeruk Nipis.

Jika seseorang lebih dominan makan nasi dengan sedikit sayur dan lauk pauk, orang tersebut lebih berisiko terserang penyakit beri-beri. Kondisi ini umumnya terjadi pada keluarga yang kurang mampu. Biasanya, sebelum berangkat sekolah atau kerja, mereka membiasakan makan sekenyang-kenyangnya agar di sekolah atau di tempat kerja tidak melirik makanan yang lain.

Kurang Aktivitas Fisik

Kerja banyak duduk atau banyak berdiri lebih rentan terserang beri-beri, terutama beri-beri basah. Seseorang yang kurang gerak, sirkulasi darahnya kurang lancar. Akibatnya kerja jantung pun tidak berfungsi dengan normal. Kondisi ini akan lebih parah jika di kemudian hari terserang beri-beri.

Efek dari Suatu Penyakit

Demam berkepanjangan, kehamilan, dan menyusui dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin B1. Jika kebutuhan ini tidak segera dipenuhi maka akan berisiko terserang beri-beri. Makanya seringkali kita menemui ibu hamil dan menyusui kakinya bengkak, aboh.

Diare yang tak kunjung sembuh dan penyakit hati kronis dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam mempertahankan kadar normal vitamin B1 sehingga dapat memicu penyakit beri-beri. Penderita gagal ginjal dan masalah pencernaan yang parah juga rentan terserang beri-beri karena daya serap tubuh terhadap vitamin B1 menurun. Ciri orang yang terserang beri-beri karena bawaan suatu penyakit adalah badan lebih gemuk setelah sembuh dari penyakitnya sehingga banyak orang yang tidak percaya kalau baru sembuh dari sakit.

Cara Mencegah dan Mengatasi Beri-beri Basah

Meskipun penyakit beri-beri basah ini relatif tidak berbahaya, namun namanya terserang penyakit tetap saja mengurangi kenyamanan hidup kita. Berikut ini beberapa tips aman untuk mencegah dan mengatasi beri-beri basah.

Mengonsumsi Vitamin B1

Mengonsumsi langsung vitamin B1 adalah cara paling efektif, murah, dan aman. Efektif karena kita hanya tinggal minum. Murah karena dalam satu kemasan botol isi 50 butir harganya hanya sekitar Rp5.000,00. Aman karena dalam kemasan botolnya tertera tanda lingkaran warna hijau.

Mengonsumsi Makanan Sumber Vitamin B1

Karena kandungan vitamin B1 dalam nasi putih yang kita konsumsi setiap hari hanya memenuhi 1/4 sampai 1/3 kebutuhan tubuh kita maka sisanya harus kita penuhi dari makanan yang lain. Secara garis besar, sumber vitamin B1 bisa kita dapat dari kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah-buahan, dan daging.

Kacang hijau merupakan sumber vitamin B1 yang paling utama yang berasal dari kacang-kacangan. Banyak yang menyarankan minum sari kacang hijau ketika seseorang terserang penyakit beri-beri. Caranya cukup sederhana, tinggal masak kacang hijau dan minum airnya tanpa gula. Selain kacang hijau, kita juga dapat mendapatkan manfaat dari kacang merah, kacang polong, kacang tanah, kacang kenari, kacang kismis, dan kacang brazil.

Salah satu sayuran yang mempunyai kandungan vitamin B1 yang cukup tinggi adalah bayam. Selain bayam, masih ada tomat, terong, asparagus, brokoli, wortel, dan paprika. Sedangkan buah-buahan yang kandungan vitamin B1-nya tinggi adalah nanas, jeruk, anggur, dan semangka. Daging sapi dan ikan tuna juga sangat disarankan karena mempunyai kandungan thiamin yang cukup tinggi.

Olahraga yang Teratur dan Terukur

Penyakit beri-beri basah mengganggu fungsi kerja jantung dan sirkulasi darah. Untuk memeranginya, kita bisa melakukan olahraga ringan seperti jogging, senam, dan stretching secara rutin. Cukup 15 - 20 menit saja setiap hari. Olahraga sederhana ini akan memperkuat fungsi jantung dan memperlancar peredaran darah.

Simak juga Berbagai Penyakit Sembuh setelah Rutin Berolahraga.

Demikian informasi tentang penyakit beri-beri basah. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.