Monday, 14 September 2015

Menyiasati Melimpahnya Daging Kurban

daging kurban, qurban

Melimpahnya daging kurban pada saat Hari Raya Idul Adha seringkali membuat ibu-ibu kebingungan memasaknya. Melimpahnya daging kurban tersebut tidak mungkin kita masak semua dan kita habiskan langsung dalam dua atau tiga hari. Belum lagi permasalahan yang harus dihadapi jika berlebihan dalam mengonsumsi daging.

Sebenarnya daging kurban itu diperuntukkan bagi kaum fakir dan miskin. Namun, saking banyaknya saudara-saudara kita yang melaksanakan penyembelihan hewan kurban, kaum berada pun ikut kebagian. Pada saat itu hampir semua kalangan menikmati masakan sate, gulai, dan krengsengan minimal selama tiga hari berturut-turut.




Manfaat Daging bagi Tubuh Kita

Daging kurban adalah jenis daging merah, umumnya berasal dari daging kambing dan sapi. Daging jenis ini merupakan sumber protein hewani yang termasuk tinggi. Sedangkan daging sapi mempunyai kandung protein yang paling tinggi dibandingkan dengan daging hewan lainnya. Daya cerna tubuh terhadap protein hewani lebih baik daripada protein nabati atau protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Di antara manfaat protein adalah untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel yang rusak. Anak yang sering mengonsumsi protein hewani akan terlihat tumbuh cepat dan mempunyai daya tahan tubuh yang kuat dibandingkan dengan anak yang jarang mengonsumsinya. Selain itu, daging merah juga merupakan sumber energi, sumber antioksidan, bermanfaat bagi pembentukan otot, mencegah anemia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mata, tulang, dan sistem saraf.

Dampak Negatif Mengonsumsi Daging secara Berlebihan

Meskipun daging merah mempunyai sederet manfaat yang luar bisa, tetapi jika kita tidak bijak mengonsumsinya maka sederet mudarat pun akan menghadang. Sesuai peruntukannya, daging kurban sebenarnya untuk kaum fakir miskin yang makanan sehari-harinya memang kurang protein dan tidak mempunyai masalah dengan kolesterol dan tekanan darah.

Sebagaimana kita ketahui, daging kurban berasal dari hewan yang berdarah panas dan mengandung lemak jenuh. Jika lemak jenuh ini masuk ke tubuh yang bersuhu lebih rendah, seperti manusia, maka lemak ini akan sedikit mengental. Bila berlebihan mengonsumsinya maka akan benar-benar mengental, lengket, dan mengeras.

Sementara itu, lemak jenuh tidak larut dalam darah. Darah membutuhkan tenaga ekstra untuk mengangkut lemak tersebut. Bisa dipastikan, tekanan darah menjadi naik. Kepala kita terasa berat dan pusing. Hipertensi.

Jika lemak tersebut benar-benar lengket dan mengeras, darah tidak mampu lagi mengangkutnya. Lemak jenuh tersebut akan menjadi penghalang sirkulasi darah. Pembuluh darah akan tersumbat. Penyumbatan pada arteri jantung akan mengakibatkan jantung koroner. Sedangkan penyumbatan pembuluh darah di sekitar otak akan mengakibatkan stroke.

Cara Aman Mengonsumsi Daging Kurban




Bagi Anda yang mempunyai masalah dengan tekanan darah dan kolesterol, sebaiknya lebih hati-hati dalam mengonsumsi daging. Selain membatasi takaran saji, cara mengolahnya pun harus benar. Selain itu, harus diimbangi dengan makanan penawar lemak.

Jangan Berlebihan Mengonsumsi Daging Kurban

Sesuatu yang berlebihan seringkali berdampak negatif, demikian juga mengonsumsi daging. Mengonsumsi daging merah yang aman menurut para ahli adalah tidak melebihi satu ons atau 100 gram sehari. Tetapi jika Anda mempunyai masalah berat badan dan sedang menjalani program diet, sebaiknya hanya 50 gram sehari. Apalagi jika Anda mempunyai masalah tekanan darah dan kolesterol, makan secukupnya saja sekedar menikmati dan merasakan daging kurban.

Kurangi Penggunaan Minyak saat Mengolah Daging

Hindari penggunaan santan atau minyak kelapa saat mengolah daging yang berkuah seperti rawon, gulai, soto, atau sup. Jika dimasak dengan cara ditumis, seperti krengsengan, gunakan minyak yang rendah kalori, seperti minyak zaitun, minyak wijen, atau minyak jagung. Alternatif lainnya dengan dibakar atau dipanggang untuk dijadikan sate. Dengan cara ini, lemak daging akan meleleh dan menguap sehingga dapat mengurangi kadarnya.

Membakar daging sate hendaknya jangan sampai gosong kehitaman karena bagian ini merupakan karsinogen yang diduga memicu kanker. Tetapi jangan pula setengah matang karena bibit-bibit penyakit di dalamnya belum sepenuhnya mati. Gunakan api kecil saat membakar sate agar prosesnya lebih lama sehingga daging bisa matang sempurna sampai dalam. Jika khawatir kurang empuk, gunakan getah pepaya.

Silakan baca, Sate Lebih Empuk dengan Memanfaatkan Getah Pepaya.

Hindari Jeroan

Hindari beragam jeroan seperti hati, otak, usus, paru, limpa, dan lain-lain. Jeroan tersebut mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat.

Imbangi dengan Mengonsumsi Makanan Penawar Lemak

Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah untuk menetralisir lemak. Anda bisa mengimbangi konsumsi daging dengan acar ketimun, tumis buncis, wortel, kacang panjang, dan lain-lain. Jangan lupa iringi dengan buah-buahan segar. Minum teh hijau dan perasan jeruk lemon juga ampuh melarutkan lemak.

Bakar Lemak dengan Berolahraga

Jika Anda termasuk orang yang sehari-harinya mempunyai aktivitas fisik yang tinggi atau gemar berolahraga, tidak perlu khawatir mengonsumsi daging. Lemak yang masuk ke tubuh Anda akan keluar dengan sendirinya saat Anda beraktivitas atau berolahraga. Tetapi bagi Anda yang banyak duduk, sangat disarankan berolahraga ringan untuk membakar lemak. Cukup 15 menit setiap hari.

Silakan Simak Olahraga Ringan untuk Kesehatan Tubuh.

Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar

Melimpahnya daging kurban juga menimbulkan masalah saat penyimpanan. Penyimpanan yang salah akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Berikut ini adalah tips menyimpan daging yang benar.
  • Sebelum dimasukkan ke dalam lemari es, potong daging dalam ukuran kecil agar pembekuan lebih merata dan mempermudah saat mengeluarkan sesuai kebutuhan Anda. Jika ada yang kotor jangan dibersihkan dengan air tetapi potonglah bagian yang kotor dan pisahkan. Pisahkan juga daging segar dengan daging yang sudah diolah.
  • Bungkus potongan-potongan daging tersebut pada plastik kedap air atau wadah plastik yang tertutup agar tidak mengalami dehidrasi. Daging yang dehidrasi akan mengalami perubahan warna menjadi coklat kehitaman.
  • Jika hanya ingin menyimpan selama 2 - 3 hari, sebaiknya disimpan dalam chiller. Chiller pada kulkas biasanya ada dua, yaitu chiller atas (tepat di bawah freezer) untuk menyimpan daging dan chiller bawah untuk menyimpan sayur.
  • Jika ingin menyimpan daging dalam waktu lama, masukkan ke dalam freezer. Penyimpanan dalam freezer bisa bertahan sampai 3 bulan.
  • Jika ingin digunakan, letakkan daging pada wastafel sambil dikucuri air kran dalam keadaan masih terbungkus plastik.
  • Daging yang sudah dikeluarkan dari kulkas harus dimasak sampai habis. Jangan memasukkan kembali sisa daging ke dalam kulkas.

Simak juga Kenapa Daging Kurban Tidak Boleh Dibungkus Kantong Plastik Hitam?

Demikian informasi tentang cara menyiasati dan memanfaatkan daging kurban yang melimpah. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.