Thursday, 30 April 2015

Pucuk Kangkung Ternyata Menyebabkan Diare

diare, mulas, mules, mencret, makan kangkung, murus

Kangkung adalah jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Jenis masakan sayur kangkung sangat bervariasi. Bisa dibuat cah kangkung, tumis kangkung, urap-urap, sego janganan, lalapan, sayur pada rujak petis, dan masih banyak lagi. Selain rasanya lezat, sayur kangkung bebas lemak dan mengenyangkan.

Namun tidak semua orang bisa menikmati lezatnya sayur kangkung. Sebagian orang mengeluh diare setelah mengonsumsi kangkung. Ada yang merasa sakit perut, mulas-mulas, mencret, sering ke WC, dan lain sebagainya.




Sebagian lagi sengaja menghindari kangkung agar terhindar dari rasa kantuk. Hal ini mungkin karena kandungan zat sedatif pada kangkung. Zat sedatif ini sifatnya menenangkan, dapat menekan aktivitas mental, dan menurunkan respon terhadap rangsangan emosi.  Akibatnya, setelah mengonsumsi kangkung, sebagian orang akan merasa rileks dan merasa ngantuk, bahkan sampai tertidur.

Kandungan dan Manfaat Kangkung

Sebelum Anda berinisiatif untuk meninggalkan kangkung sebagai sayuran, alangkah baiknya jika Anda pertimbangkan dulu kandungan dan manfaat sayur kangkung. Kandungan gizi yang terdapat pada sayur kangkung termasuk lengkap.

Dalam 100 gram kangkung terdapat energi sebesar 92 kilokalori, protein 2,2 gram, karbohidrat 2 gram, lemak 9,2 gram, lemak jenuh 7,8 gram, dan serat 1,9 gram. Belum lagi mineral-mineral yang terkandung di dalamnya, seperti kalsium 69,9 miligram, fosfor 50 miligram, dan zat besi 2,4 miligram. Selain itu masih ada vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C.

Manfaat sayur kangkung bagi kesehatan di antaranya sebagai penambah darah, sumber tenaga, mencegah anemia, serta mengatasi susah tidur dan susah buang air besar. Sayur kangkung juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal, memperlancar air seni, dan mencegah diabetes. Mimisan, sariawan, dan kesehatan mata pun bisa dicegah dengan khasiat sayur kangkung.




Sayur kangkung juga mempunyai manfaat untuk kecantikan. Dengan mengonsumsi sayur kangkung, kulit kepala tidak mudah gatal dan berketombe. Bau mulut pun terjaga. Menstruasi yang berlebihan juga bisa diatasi dengan mengonsumsi sayur kangkung. Satu lagi yang penting, sayur kangkung sangat cocok sebagai menu diet.

Nah, dengan manfaat yang luar biasa dari sayur kangkung di atas, masihkah Anda memutuskan untuk menghindarinya? Di dunia ini selalu ada positif dan negatif, yang paling bijak, ambil manfaatnya dan hindari mudaratnya.

Penyebab Diare adalah Pucuk Kangkung

Sebelum kita membahas tentang pucuk kangkung, kenali dulu penyebab diare. Diare bisa disebabkan oleh banyak faktor, bisa karena infeksi bakteri/virus, reaksi alergi, atau karena bahan makanan yang sulit dicerna. Penyebab diare yang paling umum adalah karena infeksi kuman. Infeksi ini terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor atau terkontaminasi.

Diare yang timbul setelah mengonsumsi sayur kangkung disebabkan oleh infeksi bakteri, yaitu bakteri Escherichia coli. Infeksi bakteri memang tidak begitu berbahaya dibanding infeksi virus, terutama virus rotavirus dan norovirus. Tetapi yang namanya diare tetap saja menyiksa.

pucuk kangkung, berlendir, licin, bakteri, diare, mencret
Nah, sekarang coba perhatikan sebatang kangkung. Amati pucuknya dengan saksama. Sentuh dan urutlah dengan jari dua daun dari pucuk. Kalau daunnya masih mengatup bukalah pelan-pelan. Apa yang Anda rasakan? Terasa licin seperti sedikit berlendir bukan? Terutama pada daun yang masih menutup. Itulah bakteri.

Untuk menghilangkan bakteri tersebut kita harus mencuci bersih satu demi satu pada setiap pucuk kangkung. Tidak mungkin bukan? Cara yang paling efektif adalah dengan memetik dua daun dari pucuk kemudian dibuang.

Dengan cara di atas kita bisa menghindari dampak negatif mengonsumsi sayur kangkung dan bisa mendapatkan manfaatnya.

Ada satu lagi yang harus diperhatikan ketika mengonsumsi sayur kangkung. Kangkung yang sudah dimasak dan didiamkan selama 4 - 5 jam akan berubah warnanya agak kehitam-hitaman. Nah, kondisi kangkung yang seperti ini kurang baik untuk dikonsumsi meskipun rasanya masih enak.

Zat besi yang terkandung dalam besi lama-lama akan bereaksi dengan udara. Zat besi akan teroksidasi dan berubah menjadi senyawa kimia yang bersifat oksidan (racun). Meskipun oksidan yang dihasilkan tidak seberapa, tetapi demi kesehatan sebaiknya dihindari.

Simak juga, Dampak Makan Durian dan Cara Mengatasinya.

Demikian berbagi informasi tentang pucuk kangkung yang menjadi penyebab diare. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.