Wednesday, 18 November 2015

Biang Keringat, Penyebab dan Cara Mengatasinya

penyebab dan cara mengatasi biang keringat, keringet buntet, atau miliaria

Permukaan kulit terasa kasar, ada bintik-bintik kecil berwarna merah (mrintis), ada pula kantong-kantong kecil berisi cairan. Ruam pada kulit ini terasa gatal, seperti ada sengatan dan tusukan-tusukan. Itulah biang keringat atau keringet buntet.

Biang keringat yang dalam istilah medis disebut miliaria sering menyerang pada saat cuaca panas. Pada saat itu, keringat yang keluar dari tubuh jumlahnya berlebih. Jika keringat berlebih ini bercampur dengan bakteri maka timbullah biang keringat. Bagian tubuh yang biasanya diserang biang keringat adalah dahi, leher, dada, dan punggung.

Penyebab Biang Keringat




Penyebab utama timbulnya biang keringat adalah produksi keringat yang berlebih. Produksi keringat yang berlebih ini bisa dipicu oleh udara yang sangat terik, kelebihan berat badan (obesitas), atau efek suatu penyakit. Khusus untuk bayi dan anak-anak, produksi keringat yang berlebih ini disebabkan karena saluran kelenjar keringatnya belum terbentuk secara sempurna.

Jika produksi keringat yang berlebih ini salurannya tersumbat maka keringat akan mengumpul di bawah lapisan permukaan kulit. Dorongan-dorongan keringat yang akan keluar akan membentuk kantong-kantong kecil yang berisi cairan pada permukaan kulit. Kantong-kantong kecil ini sering diistilahkan dengan keringet buntet.

Jika keringat yang terkumpul di bawah permukaan kulit tersebut mengalami iritasi maka akan timbul bintik-bintik merah yang gatal dan sakit menyengat seperti ditusuk-tusuk. Pada kondisi yang parah, bintil-bintil merah ini agak besar dan keras hampir menyerupai jerawat.

Berikut ini adalah penyebab tersumbatnya saluran kelenjar keringat.

Mandi ketika Masih Berkeringat

Jangan keburu mandi ketika badan masih basah oleh keringat. Desakan untuk mandi saat badan berkeringat memang sangat kuat. Apalagi sehabis melakukan aktivitas fisik, badan terasa lengket jika tidak segera mandi. Dorongan mandi juga biasa terjadi saat kita akan keluar rumah, padahal waktu itu badan lagi berkeringat.
Menggunakan handuk atau kain bersih untuk lap keringat, handuk khusu keringat
Sebisa mungkin keringkan keringat terlebih dahulu dengan dilap kain atau handuk yang bersih. Jika perlu, sediakan handuk khusus untuk mengeringkan keringat.

Mandi akan menutup atau mengecilkan pori-pori kulit. Jika saat itu kita sedang berkeringat maka jalannya keringat akan tersumbat. Akibatnya, kulit yang halus akan terasa kasar karena keringat yang mestinya keluar terhalang jalannya.

Regenerasi Sel

Pada bayi dan anak-anak, regenerasi selnya relatif cepat tetapi prosesnya lambat. Sel-sel yang mati tidak segera lepas tetapi menumpuk di permukaan kulit. Tumpukan sel-sel yang mati akan menghalangi saluran kelenjar keringat. Makanya sering kita dapati biang keringat pada bayi dan anak.

Bakteri Staphylococcus epidermidis

Bakteri Staphylococcus epidermidis biasanya hidup di permukaan kulit. Ketika kita berkeringat, bakteri ini akan bercampur dengan keringat kita. Saat bercampur dengan keringat, bakteri ini bisa menembus masuk di bawah permukaan kulit. Konsentrasi keringat akan meningkat sehingga kental dan lengket. Kondisi keringat seperti ini dapat menghambat laju perjalanan keringat.

Konsentrasi keringat yang meningkat ini juga dapat menyebabkan iritasi bahkan menutup sebagian saluran kelenjar keringat. Akibatnya timbul ruam merah yang gatal dan sakit seperti ditusuk-tusuk. Pada kondisi yang parah, bakteri ini dapat menembus kulit lebih dalam dan menutup saluran kelenjar keringat bagian dalam. Akibat yang ditimbulkan lebih besar. Ruam merah yang ditimbulkan lebih besar dan kasar.

Simak juga, Psoriasis Penyakit Kulit yang Diderita Aktris Kondang Kim Kardashian.

Jenis Biang Keringat




Sebagaimana keterangan di atas, biang keringat disebabkan oleh tersumbatnya saluran kelenjar keringat. Berdasarkan kedalaman penyumbatannya, biang keringat dapat digolongkan menjadi tiga jenis.

Jenis Pertama

Biang keringat jenis pertama disebabkan oleh penyumbatan saluran kelenjar keringat di bawah lapisan epidermis atau kulit ari. Karena lokasi penyumbatannya sangat dangkal, dampak yang ditimbulkan tidak begitu parah. Hanya timbul bintik-bintik kecil berisi cairan dan gampang pecah. Keringet buntet jenis ini paling sering terjadi dan pemicunya adalah panas terik matahari.
Struktur lapisan kulit, epidermis, dermis, hipodermis, kulit ari, lapisan jangat, tanduk, lapisan lemak kulit, fatty tissue

Jenis Kedua

Lokasi penyumbatan biang keringat jenis kedua adalah lapisan dermis atau lapisan jangat. Biang keringat jenis kedua ini sangat mengganggu. Kulit mengalami iritasi dengan ditandai adanya ruam merah yang gatal dan sakit. Jika digaruk akan semakin merah dan menyebar. Bayi yang terserang biang keringat jenis ini akan rewel dan tidak bisa tidur.

Jenis Ketiga

Penyumbatan kelenjar keringat jenis ketiga ini paling dalam, yaitu pada lapisan hipodermis (lapisan subkutan atau lapisan lemak kulit atau fatty tissue). Dampaknya paling parah. Bintil-bintil yang ditimbulkan lebih besar dan menyerupai jerawat. Biang keringat jenis ini mudah terinfeksi yang ditandai adanya bintil-bintil yang berisi nanah. Untungnya, biang keringat jenis ini jarang terjadi.

Cara Mengatasi dan Mencegah Biang Keringat

Keringet buntet memang bukan penyakit yang berbahaya. Orang dewasa yang terserang keringet buntet seringkali dibiarkan sampai sembuh sendiri, terutama kaum laki-laki. Tetapi bagi bayi, biang keringat ini sangat mengganggu. Bayi akan rewel, terus-terusan menangis, dan pola tidurnya terganggu.
Bedak tabur lebih aman mengatasi biang keringat
Berikut ini beberapa tips sederhana untuk mengatasi dan mencegah biang keringat.
  • Gunakan bedak tabur untuk mengurangi rasa gatal dan ruam pada kulit. Keringat harus dilap terlebih dahulu sebelum ditaburi bedak. Bedak tabur lebih aman daripada bedak cair atau salep karena tidak mengandung alkohol. 
  • Jika dengan bedak tabur tidak memberikan hasil, boleh menggunakan bedak dingin atau krim kulit yang mengandung kalamin atau hidrokortison dengan kadar rendah.
  • Gunakan sabun mandi antiseptik atau antibakteri, terutama saat cuaca panas. Sabun antiseptik ini akan mengurangi bakteri Staphylococcus epidermidis yang biasanya bersarang di permukaan kulit. 
  • Mandi secara teratur agar bakteri tersebut tidak betah berlama-lama di kulit kita. Tetapi jangan mandi saat tubuh masih berkeringat.
  • Gunakan pakaian yang longgar agar ada sirkulasi udara di antara pakaian dan kulit. Pakaian yang digunakan hendaknya berbahan katun sehingga dapat menyerap keringat.
  • Minum air sebanyak mungkin untuk mengencerkan konsentrasi keringat. Meskipun dengan cara ini keringat yang keluar lebih banyak, tapi konsentrasinya lebih encer sehingga lebih segar dan mengurangi penyumbatan kelenjar keringat.
Dengan penanganan yang sederhana ini, dalam beberapa hari biang keringat akan sembuh.

Simak juga Penyebab Anak Gampang Berkeringat.

Demikian informasi tentang penyebab, jenis, dan cara menangani biang keringat. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.