Sunday, 7 June 2015

Jangan Keburu Minum Es Saat Buka Puasa

es campur

Ketika waktu berbuka puasa telah tiba, setelah kurang lebih 14 jam menahan lapar dan haus, minum es sepertinya membuat tubuh segar kembali. Ya, beberapa saat setelah minum es badan kita akan merasa segar. Tapi tahukah Anda minum es untuk mengawali buka puasa akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan?

Sudah menjadi tradisi di bulan Ramadhan, berbagai macam minuman dingin biasanya selalu tersedia di meja makan saat berbuka puasa. Es degan, es campur, es dawet, es oyen, es buah, dan lain-lain silih berganti setiap hari di meja makan. Minuman-minuman dingin tersebut juga banyak dijual di pinggir-pinggir jalan menjelang waktu berbuka puasa.




Sebenarnya tidak ada salahnya kita minum es saat berbuka puasa. Minuman dingin ini memang menyegarkan dan sangat cocok sebagai pelengkap hidangan buka puasa. Asal tidak diminum sebagai minuman pembuka. Minumlah es beberapa saat setelah berbuka puasa.

Badan Lemah dan Loyo

Pada prinsipnya, jika ada minuman dingin yang masuk ke dalam tubuh maka tubuh kita akan melepas energi untuk menghangatkan minuman tersebut agar sesuai dengan suhu tubuh kita. Semakin dingin es yang kita minum semakin banyak energi yang dibuang oleh tubuh kita. Padahal pada saat itu kita habis menahan lapar dan haus sepanjang hari. Energi kita semakin terkuras. Tampaknya segar, tapi sebenarnya badan kita loyo dan lemas kurang energi.

Orang yang terbiasa minum es sebagai minuman pembuka akan merasa berat berangkat ke masjid atau musholla untuk menjalankan sholat tarawih. Apalagi mengikuti tadarus. Perut memang tidak lapar karena habis makan, tetapi tenaga loyo.

Selain itu, mengawali berbuka puasa dengan es akan mengurangi selera makan. Minuman dingin ini mampu menahan lapar sehingga kita agak malas menyantap hidangan yang lain. Padahal tubuh kita asupan makanan untuk mengembalikan energi.  




Kontraksi Lambung

Pada saat berpuasa, lambung akan kosong selama kurang lebih 14 jam. Jika pada saat berbuka puasa tiba-tiba diisi dengan es atau minuman dingin lainnya maka lambung akan mengalami keterkejutan. Lambung akan kaget dan berkontraksi.

Agar lambung tidak mengalami kontraksi, sebaiknya berbuka puasa diawali dengan minuman yang hangat, seperti teh hangat. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan lambung yang lama kosong. Jika lambung sudah stabil, kita boleh-boleh saja minum es yang sangat menggoda itu.

Pembekuan Lemak dan Penyempitan Usus

Minum es secara berlebihan saat berbuka puasa menyebabkan pembekuan lemak. Pembekuan lemak ini mengakibat peredaran darah tidak lancar. Selain itu, lemak yang mengalami pembekuan akan sulit dibakar menjadi energi. Oleh tubuh, lemak ini akan ditimbun dan dijadikan sebagai energi cadangan. Akibatnya jelas, berat badan kita akan naik.

Minum es secara berlebihan juga menyebabkan penyempitan usus. Jika minum es ini dilakukan sebagai minuman pembuka maka saluran pencernaan akan menyempit dan mengganggu proses pencernaan ketika kita makan nanti. Kita akan sulit menelan. Proses selanjutnya di dalam organ-organ pencernaan juga akan terganggu.

Pada kondisi tubuh yang kurang fit, minum es saat berbuka puasa juga bisa menimbulkan flu dan batuk. Kadang-kadang kepala terasa pusing sesaat setelah minum es. Gigi juga akan mengalami kontraksi yang ditandai dengan rasa ngilu pada gigi dan gusi.

Demikian berbagi informasi tentang dampak minum es saat buka puasa. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.