Friday, 3 July 2015

Penyebab Anak Mudah Berkeringat

Mudah berkeringat, sugih keringet, basah oleh keringat, hiperhidrosis

Beberapa anak gampang sekali mengeluarkan keringat. Bahkan keringat yang dikeluarkan cenderung berlebihan dibandingkan anak-anak lain seusianya. Saking banyaknya keringat yang dikeluarkan sampai-sampai pakaiannya selalu basah. Rambutnya pun selalu basah oleh keringat. Istilah Jawanya sugih keringet.

Berkeringat berarti kelenjar keringatnya bekerja dengan normal. Keluarnya keringat berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, tepatnya menurunkan suhu tubuh. Seorang anak yang berada di dalam ruangan yang kurang nyaman (agak panas) akan cenderung berkeringat. Dalam hal ini keringat berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh akibat suhu luar yang panas.




Demikian juga anak yang selalu bergerak. Anak yang banyak gerak berarti banyak membakar kalori. Pembakaran kalori inilah yang menyebabkan suhu tubuh naik. Tubuh kemudian bereaksi dengan cara mengeluarkan keringat untuk mendinginkan.

Bagaimana jika keluarnya keringat sangat berlebihan? Keringat yang keluar secara berlebihan dalam dunia medis dikenal dengan istilah hiperhidrosis. Hiperhidrosis ini tidak berbahaya, sesuai dengan berjalannya waktu, hiperhidrosis akan hilang dengan sendirinya. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan keringat keluar secara berlebihan.

Produktivitas Kelenjar Keringat Tidak Sama

Kemampuan kelenjar keringat dalam memproduksi keringat berbeda-beda setiap anak. Seorang anak yang produksi keringatnya tinggi akan lebih mudah dan lebih banyak mengeluarkan keringat. Melakukan aktivitas fisik sedikit saja keringat langsung membasahi tubuhnya. Apalagi berada dalam ruang yang tertutup tanpa ventilasi.

Kemampuan Mengatur Suhu Tubuh Belum Sempurna

anak berkeringat karena berada di tempat yang panas, ruang tak ber-AC
Fungsi keringat di antaranya untuk mengatur suhu tubuh. Kemampuan anak dalam mengatur suhu tubuh kadang-kadang tidak sejalan dengan pertumbuhannya. Mestinya seorang anak akan berkeringat jika berada dalam ruangan yang panas. Tetapi jika kemampuan mengatur suhu tubuh belum sempurna, seorang anak mungkin saja berkeringat meskipun berada dalam ruang yang sejuk atau ber-AC. Tapi kondisi ini biasanya akan kembali normal ketika berusia 4 - 5 tahun.

Regenerasi Sel

Pada anak, terutama bayi, pergantian selnya relatif sering tetapi prosesnya lambat. Akibatnya banyak terjadi penumpukan sel-sel yang mati yang dapat menyumbat saluran keringat. Keringat yang terhalangi jalannya ini akan semakin banyak dan selalu mencari jalan untuk keluar. Begitu keringat tersebut menemukan jalan, keringat tersebut akan keluar bercucuran.

Obesitas atau Kegemukan

Perbedaan antara anak obesitas dengan orang dewasa obesitas terletak pada aktivitas fisiknya. Aktivitas fisik orang dewasa obesitas cenderung lamban, jalannya pelan, dan lebih suka duduk sambil ngemil. Tetapi anak obesitas, namanya juga anak-anak, aktivitas fisiknya lebih tinggi walaupun masih terkesan lamban dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
anak berkeringat karena obesitas atau kegemukan, banyak gerak
Persamaannya, dua-duanya mudah berkeringat. Anak obesitas dengan aktivitas fisiknya tinggi keringatnya boleh dikatakan berlebihan. Hal ini karena selalu terjadi pembakaran di dalam tubuhnya, baik itu pembakaran dari makanan yang baru saja dimakannya maupun pembakaran lemak tubuhnya yang memang berlebih. Pembakaran ini menyebabkan suhu tubuhnya naik yang kemudian direspon oleh tubuh dengan mengeluarkan keringat sehingga suhu tubuhnya kembali dingin.

Simak juga Orang Gemuk Banyak Makan, Banyak Makan Belum Tentu Gemuk.

Apakah Keringat yang Berlebihan Berbahaya bagi Kesehatan?




Secara umum, keluarnya keringat yang berlebihan tidak berbahaya bagi kesehatan. Selama si anak masih tetap beraktivitas seperti biasanya, berat dan tinggi badannya proporsional, dan tidak ada keluhan pada anak, keluarnya keringat yang berlebihan masih dalam batas normal. Sebaliknya, jika hal tersebut menyebabkan anak rewel, susah tidur, atau kurang nafsu makan, maka keluarnya keringat yang berlebihan tersebut mungkin akibat dari penyakit yang sedang diderita anak tersebut.

Bayi yang sedang demam akan mengeluarkan keringat berlebih di sekitar kepalanya. Pada saat demam kepala bayi akan terasa panas. Selain itu, kelenjar keringat bayi masih belum merata, masih terkonsentrasi di sekitar kepala. Makanya seringkali kita didapati keringat bayi hanya di sekitar kepala sementara tubuhnya tidak berkeringat.
bayi berkeringan karena sedang sakir demam
Keringat berlebih yang dikeluarkan anak pada saat sakit sifatnya hanya sementara. Begitu sakitnya sembuh, keringat pun kembali normal. Demikian juga keringat berlebih yang disebabkan oleh alergi, misal alergi terhadap cuaca panas. Keringat bercucuran hanya pada saat cuaca panas. Begitu cuaca berganti keringat pun kembali normal.

Cara Mengatasi Keringat yang Berlebihan pada Anak

Umumnya ketika anak berkeringat, orangtua atau pengasuhnya langsung membubuhkan bedak di sekitar tempat keluarnya keringat. Tujuannya untuk menghambat keluarnya keringat. Cara ini memang manjur, keringat tidak bisa keluar. Tapi cara ini akan memicu timbulnya biang keringat atau keringet buntet.

Silakan baca Biang Keringat: Penyebab dan Cara Mengatasinya.

Sebaiknya keringat tersebut hanya dilap dengan kain atau handuk yang bersih. Kemudian segera diganti bajunya. Baju untuk anak sebaiknya terbuat dari bahan yang bisa menyerap keringat, misal kain katun. Pada saat mandi, upayakan anak tersebut dapat membersihkan kulitnya sebersih mungkin agar sel-sel yang mati akibat regenerasi sel dapat terangkat.

Simak juga Pertolongan Pertama pada Anak yang Mengalami Luka Bakar Ringan.

Demikian informasi tentang penyebab anak gampang berkeringat. Semoga bermanfaat.



6 comments:

  1. Maaf pak sepupu sy sudah 20 tahun tapi terkadang masih ngompol, dalam satu tahun ini mungkin 3 kali dia ngompol, apakah karena penyakit ataukah cuaca, karena hanya terjadi beberapa bulan sekali? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah kamar mbak Aulia. Silakan berkomentar pada artikel "Sudah Dewasa Masih Ngompol? Inilah Penyebab dan Cara Mengatasinya"

      Delete
  2. Pak keponakan saya sudah berumur sekitar 5-6th tetapi dia selalu mengeluarkan keringat yg berlebihan apa itu normal untuk anak seusianya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang produksi keringat anak akan normal sekitar umur 4 - 5 tahun. Tapi itu angka rata-rata. Beberapa anak ada yang masih mengeluarkan keringat berlebihan sampai umur 7 tahun.

      Tapi itu masih dalam kategori wajar dan normal. Penyebabnya karena keterlambatan sistem tubuh terhadap respon suhu. Tidak perlu khawatir, insya Allah tahun depan keringatnya sudah normal.

      Delete
  3. Pak anak saya 1,9 tahun kalau tidur siang to pun malam selalu keluar keringat, apakah itu normal pak???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umur 1,9 tahun masih normal, Bu. Meskipun Ibu menyaksikan anak lain tidak seperti anak Ibu, bukan berarti anak ibu tidak normal.

      Dulu anak saya umur 4 tahun masih mandi keringat. Bahkan di cuaca dingin pun tetap berkeringat. Sempat khawatir juga. Tetapi setahun kemudian produksi keringatnya sudah normal, tanpa saya lakukan apa-apa.

      Delete

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.