Friday, 18 September 2015

Lakukan Tes Ini, Mengapa Anak Terlambat Bicara

lambat bicara, belum bisa bicara
Kata pertama yang keluar dari seorang anak adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh kedua orang tuanya. Apalagi sudah bisa mengucap 'mama' atau 'papa'. Bahkan setiap kata yang keluar, kedengarannya sangat lucu, menghibur, dan menggelikan.

Namun bagaimana jika seorang anak terlambat bicara. Apalagi sang anak sudah berusia 2 atau 3 tahun tapi belum bisa bicara. Orang tua mana yang tidak panik.

Penyebab Anak Terlambat Bicara




Normalnya, seorang anak pada usia 1 - 2 tahun sudah dapat mengucapkan kata-kata yang dapat dipahami, misal: mama, papa, mimik, maem, dan lain-lain. Pada usia dua tahun, seorang anak biasanya sudah mampu merangkai kata-kata, mengucapkan kalimat sederhana, meskipun kadang-kadang susunannya terbalik.

Bila seorang anak sampai usia 2 atau 3 tahun masih belum bisa mengucapkan kata-kata yang bisa dipahami maka anak tersebut dapat digolongkan terlambat bicara. Penyebabnya mungkin karena faktor fungsional atau nonfungsional.

Faktor Fungsional

Anak yang terlambat bicara karena faktor fungsional sebenarnya hanya tertinggal, boleh dikatakan kalah start. Suatu saat nanti, biasanya menjelang usia sekolah, si anak bisa mengejar ketertinggalannya. Anak tipe ini hanya kurang stimulasi sehingga mengalami gangguan fungsi ekspresif, yaitu malas atau enggan mengungkapkan dengan kata-kata, terlalu pasif, lebih suka main sendiri, dan lain-lain. Keterlambatan bicara karena faktor fungsional ini umumnya dialami anak laki-laki dibanding anak perempuan.

Berikut ini beberapa penyebabnya anak terlambat bicara karena faktor fungsional.

Kurang Diajak Komunikasi

Tidak ada salahnya kita selalu mengajak anak berbicara meskipun si anak masih bayi. Saat memandikan, mengganti popok, menyusui, atau saat apa saja, ajaklah anak berbicara. Bisa juga dengan membacakan cerita atau bernyanyi.

Semua itu bertujuan untuk menambah perbendaharaan kata pada anak. Seorang anak akan cenderung pasif dan malas bicara karena kosa kata yang dimilikinya sangat sedikit. Oleh karena itu, jangan biarkan anak main sendiri. Temani dan ajak main bersama sambil menjelaskan ini dan itu tentang permainannya.

Sering Nonton Televisi Sendirian

Anak yang sering menonton televisi sendirian akan menjadi pendengar yang pasif. Anak hanya menerima tanpa bisa memberikan reaksi. Akibatnya anak tidak terbiasa komunikasi dua arah. Selain itu, suara televisi juga akan mengganggu konsentrasi anak mendengar percakapan.

Orang Tua Menggunakan Dua Bahasa di Rumah

Penggunaan dua bahasa di rumah akan membingungkan anak. Anak akan cenderung pasif karena tidak bisa memahami percakapan yang didengarnya. Perbendaharaan katanya tidak makin bertambah malah semakin kabur. Akibatnya, anak akan terbiasa diam dan malas berkata-kata.

Faktor Nonfungsional




Anak yang terlambat bicara karena faktor nonfungsional biasanya tidak mampu memahami pembicaraan orang lain. Anak ini juga tidak merespon jika dipanggil, cenderung hiperaktif atau bermain sendiri. Suara yang keluar dari mulutnya tidak membentuk kata yang bermakna. Berbicara dengan bahasa yang tidak bisa dimengerti oleh orang lain dan cenderung menggunakan bahasa tubuh.

Keterlambatan bicara karena faktor nonfungsional umumnya disebabkan oleh gangguan pendengaran, misal infeksi telinga. Jika infeksi telinga terus berlanjut hingga berbulan-bulan pada tahun pertama maka dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Anak yang mengalami gangguan pendengaran pada masa mulai memproses bahasa akan kesulitan meniru, memahami, dan menggunakan bahasa.

Hambatan perkembangan otak juga dapat menghambat perkembangan bicara anak. Hambatan ini dapat menyebab anak mengalami kesulitan menggunakan bibir, lidah, dan rahang untuk menghasilkan bunyi. Penyebab lainnya mungkin gejala kelainan saraf, gangguan kecerdasan, atau gangguan psikologis.

Tes untuk Mengetahui Penyebab Anak Terlambat Bicara

Lakukan tes ini untuk mengetahui kenapa anak terlambat bicara. Tes sederhana ini bertujuan untuk mengetahui penyebab anak terlambat bicara karena faktor fungsional atau faktor nonfungsional. Diharapkan setelah melakukan tes ini, kita segera dapat mengambil tindakan untuk mengatasi keterlambatan bicara si anak.

Tes Meniup Lilin

meniup lilin, anak lambat bicara
  • Siapkan sebuah lilin dan nyalakan. 
  • Di hadapan sang anak, tiup lilin tersebut. 
  • Ajak sang anak untuk menirukan apa yang telah Anda lakukan. 

Jika si anak dapat meniup lilin tersebut sampai mati maka keterlambatan bicara anak tersebut karena faktor fungsional. Sebaliknya, jika sang anak tidak mampu meniup lilin sampai mati maka keterlambatan bicaranya karena faktor nonfungsional.

Tes Meniup Sedotan

Tes meniup sedotan ini adalah cara lain jika di rumah kebetulan tidak didapatkan lilin. Dalam tes ini, si anak diharapkan dapat meniup sedotan sampai mengeluarkan angin. Agar dapat mengetahui hasilnya dengan jelas, arahkan sedotan ke dalam gelas yang berisi air. Jika timbul gelembung udara dalam air maka anak tersebut tergolong lambat bicara karena faktor fungsional. Jika tidak, berarti karena faktor nonfungsional.

Kedua tes tersebut juga dapat digunakan sebagai terapi bagi anak yang terlambat bicara karena faktor nonfungsional. Terapi ini akan menguatkan otot lidah dan otot mulut. Kedua otot ini sangat diperlukan saat berbicara, terutama dalam pengucapan huruf konsonan.

Cara Menangani Anak Terlambat Bicara

mengajari bicara, pengenalan objek
Seorang anak yang terlambat bicara karena faktor fungsional tidak perlu dikhawatirkan. Anak ini hanya tertinggal saja. Terapi berikut ini diharapkan dapat membantu agar si anak segera dapat mengejar ketertinggalan bicaranya.
  • Ajaklah anak untuk selalu berkomunikasi. Anak seusia ini mempunyai kecenderungan meniru yang sangat tinggi. Gunakan kata-kata yang jelas dan benar, katakan 'susu' bukan 'cucu'. Jika anak mengucapkan 'cucu', tetap katakan 'susu'. Jangan menirukan bahasa anak. Selain itu, gunakan kalimat yang pendek agar anak dapat meniru, misal 'minum susu'.
  • Kenalkan anak pada nama objek, misal kursi. Beri penjelasan tentang objek tersebut berikut fungsinya. Lakukan secara berulang-ulang, sesering mungkin, dan setiap hari.
  • Temani anak bermain dan jangan membiarkan anak bermain sendiri. Ajak juga si anak bermain dengan teman-teman usianya untuk mengatasi rasa malu terhadap orang lain. Jika anak sudah dapat mengatasi rasa malunya maka ia akan termotivasi belajar bicara.
  • Temani anak nonton televisi. Berikan penjelasan tentang acara televisi yang sedang berlangsung. Batasi nonton televisi hanya 2 jam sehari.
  • Perkenalkan dengan satu bahasa saja, yaitu bahasa yang sehari-hari digunakan oleh seisi rumah. Jangan menggunakan dua atau tiga bahasa di hadapan anak.

Jika keterlambatan bicara anak karena faktor nonfungsional, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter spesialis tumbuh kembang anak. Sambil jalan, dapat pula dilakukan terapi meniup lilin atau sedotan di rumah.

Simak juga Penyebab Anak Gampang Berkeringat.

Demikian informasi tentang anak yang terlambat bicara. Semoga bermanfaat.



28 comments:

  1. terima kasih informasinya
    semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  2. luar biasa dan sangat membantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas Fauzan. Semoga bermanfaat

      Delete
    2. Terima kasih juga, semoga membawa berkah.

      Delete
    3. Terima kasih atas perkongsian ini. Anak saya baru hari ini pertama kali ikut terapi pertuturan.

      Delete
    4. Terima kasih kembali, semoga anaknya lekas dapat berbicara dengan lancar.

      Delete
  3. Terimakasih infonya pak,anak saya saat ini sedang menjalani terapi sensori integrasi.karena lambat berbicara,umur anak saya 2.4bln. Smga terapinya berjalan lancar dan segera bs berbicara lancar.amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Semoga harapan Bapak Oka Ahmad dikabulkan Allah SWT.

      Delete
  4. Terimakasih artikel dan informasinya...Putri saya 2.1 tahun...sudah mengerti bebrapa bahasa.namun masih sulit mengarahkan.Terapi ini akan saya coba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali Madame Mamski. Semoga putrinya mengalami perkembangan yang sangat pesat.

      Delete
  5. Mohon Penjelasan, anak saya berusia tiga tahun tapi sampai sekarang bicaranya agak sulit, hanya beberapa kata yang bisa diucapkan misal Papa, maem, buka, buang,copot..tapi kalo meminta sesuatu hanya dengan isyarat tangan dan dengan suara emm..emmm tidak jelas. meniup lilin sudah bisa menyedot air lewat sedotan jg bisa, meniup peluit juga bisa, terus cara terapi yang tepat seperti apa yang harus saya lakukan pak Akhmad?? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika pengucapan kata 'papa, maem, buka, buang, copot' diucapkan dengan jelas maka anak Bapak hanya mengalami gangguan fungsi ekspresif saja. Apalagi bisa meniup lilin dan peluit.

      Gangguan fungsi ekspresif itu hanya malas atau enggan mengucapkan kata-kata. Mungkin anak Bapak agak pasif, suka main sendiri, atau lingkungan sekitar kurang aktif mengajak berkomunikasi.

      Terapi yang paling efektif adalah selalu mengajak anak berkomunikasi. Meskipun anak menjawab dengan bahasa isyarat, orang tua harus tetap menjawab dengan kata-kata.

      Anak Bapak cuma tertinggal. Jika lingkungan sekitar aktif mengajak komunikasi maka anak tersebut akan lebih cepat mengejar ketertinggalannya.

      Delete
  6. Mohon penjelasan pak, anak sy umur 1.6 tahun. Belum bisa bicara masih ngoceh ga jelas dan suka marah marah. Apa yg dy mau kalo tidak dpat pasti nangis. Dan kurang respon trus sibuk main sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ngoceh gak jelas tersebut tidak keluar huruf konsonan, misal mau bilang 'papa' keluarnya 'a a', mau bilang 'mama' keluarnya juga 'a a' atau keluar huruf konsonan tapi samar-samar, maka sebaiknya dilakukan tes tiup lilin.

      Bisa juga dilakukan dengan tes pendengaran sebagai berikut:
      Panggil nama anak Ibu dari jarak sekitar 2 meter, sekiranya anak tersebut tidak melihat keberadaan Ibu. Jika ia tidak menoleh, coba panggil sekali lagi dengan nada rendah/tinggi, tepuk tangan, atau membunyikan mangkok dengan sendok. Jika dia menoleh dengan cara kedua ini, berarti ada gangguan pada pendengarannya.

      Untuk kepastiannya, sebaiknya dibawa ke bagian tumbuh kembang anak. Umur 1,6 tahun (sebelum umur 2 tahun) masih mempunyai harapan yang besar untuk diatasi.

      Delete
  7. Selamat sore Pak. Maaf boleh saya mendapatkan sedikit literatur mengenai hal tersebut diatas. Yaitu mengenai ciri dalam meniup lilin bisa mati atau tidak apinya. Maaf saya cuman butuh sedikit konfirmasi saja. Literatur lokal ataupun luar tidak papa asal literatur berbasis medis. Terima kasih banyak sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf Pak Freston, saya pribadi tidak mempunyai literatur. Saya menulis artikel di atas berdasarkan pengalaman pribadi ketika melakukan terapi terhadap anak saya.

      Semua keterangan pada artikel di atas, saya tulis berdasarkan keterangan dokter-dokter tumbuh kembang di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

      Delete
  8. Anak saya ber usia pas 2 tahun bulan ini. Kemampuan bicara baru sebatas.. bila gambar ikan di sebut Ika lalu papi menjadi api, nama binatang lain hanya bunyi binatangnya saja Sepeti meong, guk guk... apakah terapi yg baik untuk anak saya. Mohon informasi dan masukannya. Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya tidak ada masalah dengan bicara anak Bapak, cuma pengucapannya belum lengkap saja.

      Bapak tinggal bersabar melatih pengucapan yang benar. Misal, kata 'ikan' diucapkan 'ika'. Maka Bapak harus menunjukkan pengucapan yang benar, tetapi jangan dipaksakan. Cukup 2 atau 3 kali saja. Kemudian acungkan jempol pada anak Bapak meskipun pengucapannya masih belum benar.

      Setelah itu, alihkan mengucapkan objek yang lain. Lakukan dengan penuh kesabaran dan selingi dengan permainan.

      Delete
  9. Terima kasih pak, artikel ini amat sangat membantu saya yg sdh mulai putus asa sebab anak anak yang usianya sepantaran anak saya sudah bisa ngomong tapi kosakata anak saya msh sedikit.. 😥

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali Ibu Octavia Eka. Semoga bermanfaat.

      Delete
  10. pak anak sy susah komunikasi dua arah,bagaimana ya caranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bisa meniup nyala lilin, masih bisa dilakukan terapi sendiri di rumah sebagaimana yang disebutkan dalam artikel di atas.

      Jika tidak, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter bagian tumbuh kembang di rumah sakit.

      Delete
  11. Anak saya 2th 1,5bln, laki".. cm bs ngomong 'apa', tp mengerti semua.. cm kenapa malas bicara ya... Klo diajarin di jwb nya apa jg... Bagaimana melatihnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak Ibu cuma minder dan kurang percaya diri. Tidak ada masalah dengan gangguan pendengaran maupun pengucapan.

      Oleh karena itu, jangan paksakan melatih bicara. Jangan pula membiarkan anak tersebut bermain sendiri.

      Sebaiknya selalu temani anak bermain atau menonton TV. Sambil menemani, sesering mungkin Ibu berbicara (bercerita atau menerangkan sesuatu) dan mengajak bicara (bukan melatih) meskipun tidak ada respon.

      Delete
  12. Anak saya 3thn bisa menirukan kata" saya tapi tidak bisa mengulangi lagi. Selain itu ada kata tertentu seperti L,R,H dia tidak bisa mengucapkannya. Mohon informasi dan masukannya. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. 'bisa menirukan kata" saya tapi tidak bisa mengulangi lagi'

      Mungkin kata-kata yang tidak bisa ditirukan tersebut merupakan kata-kata baru bagi anak Ibu sehingga belum sempat terekam dengan baik di memorinya. Jika memang demikian, sering-seringlah mengucapkan kata tersebut meskipun tidak ditirukan anak. Tujuannya agar kata-kata tersebut menjadi sangat familiar bagi anak.

      'kata tertentu seperti L,R,H dia tidak bisa mengucapkannya'

      Anak Ibu cuma cadel. Biasanya akan sembuh setelah umur 4 tahun. Khusus pengucapan huruf 'R' agak lama sembuhnya, ada yang sampai 7 tahun.

      Jika tidak ada kelainan bentuk lidah, mungkin penyebabnya karena sering mengisap dot atau ibu jari tangan. Sebaiknya mulai sekarang biasakan minum dengan menggunakan sedotan.

      Delete

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.