Monday, 31 October 2016

Psoriasis, Penyakit Kulit yang Diderita oleh Aktris Kondang Kim Kardashian

Psoriasis, Penyakit Kulit yang Diderita oleh Model, Sosialita, Aktris Kondang Kim Kardashian

Psoriasis adalah nama penyakit yang belum begitu akrab di telinga kita. Padahal, di Indonesia penyakit tersebut telah menjangkiti 1 - 3% atau sekitar 2 - 6 juta penderita. Bahkan Kim Kardashian, seorang model, sosialita, dan aktris kondang Amerika Serikat juga mengaku menderita penyakit ini.

Apa itu Psoriasis?




Psoriasis adalah penyakit kulit yang ditandai dengan adanya bercak-bercak merah yang berbatas tegas. Bercak-bercak tersebut menyerupai sisik kasar yang berlapis-lapis dan ada yang berwarna putih transparan. Kondisi ini seringkali disertai rasa gatal-gatal dan nyeri.

Sisik-sisik merah tersebut bisa menyerang sebagian anggota tubuh atau sekujur tubuh. Jika psoriasis hanya bersifat lokal maka psoriasis jenis ini tergolong ringan dan tidak begitu menjadi masalah.

Psoriasis bersifat menahun dan kambuhan. Penyakit ini menyerang tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi.

Gejala Psoriasis

Pada tahap awal, psoriasis berupa bintik merah, kemudian makin melebar dan membentuk sisik yang berlapis-lapis. Gejala ini biasanya muncul pada lengan, kaki, siku, kuku, punggung, dada, dan kulit kepala.

Psoriasis pada kulit kepala menyerupai ketombe. Sedangkan psoriasis pada kuku mengakibatkan kuku tampak putih, rapuh, dan berlubang. Gejala ini biasanya disertai rasa gatal dan nyeri.

Meskipun tidak mematikan, penyakit ini cukup menjengkelkan, menyedihkan, dan membuat penderitanya putus harapan. Pada kondisi yang parah, seluruh bagian tubuh tertutup kulit merah bersisik, mulai dari tangan, kaki, punggung, dada, leher, bokong, telinga, sampai kulit  kepala. Ditambah lagi kalau terasa gatal dan perih sekujur tubuh.

Pada kondisi over dry (kulit sangat kering), lapisan kulit terasa menebal dan kaku. Tangan dan kaki sulit digerakkan seperti ditempeli lakban.

Lapisan kulit yang kaku tersebut seringkali merekah dan pecah, bahkan sampai berdarah. Serpihan kulit yang mengelupas akan berjatuhan dan mengotori pakaian.

Panda kondisi yang sangat parah, psoriasis dapat mengakibatkan cacat seumur hidup.   

Penyebab Psoriasis

Sampai saat ini penyebab penyakit psoriasis belum diketahui secara pasti. Yang jelas, psoriasis bukan disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Artinya, psoriasis bukan penyakit menular.

Psoriasis terjadi karena kelainan genetika. Di dalam kulit terjadi autoimun. Autoimun pada kulit sangat diperlukan karena akan mematikan sel-sel kulit yang sudah tua. Pada kondisi normal, autoimun akan bekerja tiap 21 - 28 hari.

Tetapi pada penderita psoriasis, autoimun bekerja secara berlebihan, yaitu tiap 3 - 5 hari. Artinya, penderita psoriasis mengalami pematangan dan pembelahan sel yang jauh lebih cepat daripada sel kulit normal. Proses ini akan berjalan lebih cepat lagi bila disertai inflamasi atau peradangan.

Akibatnya terjadi penumpukan sel-sel mati. Penumpukan sel-sel mati inilah yang menyebabkan kulit bersisik, kemerahan, gatal-gatal, dan nyeri.

Fakta tentang Psoriasis

  • Di dunia, psoriasis sudah diketahui sejak tahun 150 SM. Namun di Indonesia baru belakangan ini tersedia informasi yang cukup tentang penyakit tersebut. Sebelumnya, banyak yang mengira penyakit ini adalah penyakit kusta.
  • Sekitar 125 juta penduduk dunia menderita penyakit psoriasis. 
  • Sampai saat ini, psoriasis adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, bersifat menahun, dan kambuhan. Artinya, penderita psoriasis akan mengalami masa di mana bercak-bercak merah bersisik menghilang dari sekujur tubuhnya, tetapi suatu saat nanti akan kambuh kembali.
  • Manusia bersisik seperti Ahmad Yunus dari Karawang, Amanah dari Mamuju, Ari Wibowo dari Tangerang, Rohim Wahyuni dari Malang, Melissa dari Palangkaraya, serta bocah kembar Nina Kusumawati dan Dina Kusumawati dari Salatiga adalah contoh penderita psoriasis dalam kondisi yang sangat parah.
  • Tanggal 29 Oktober ditetapkan sebagai hari Psoriasis Dunia.




Jenis Psoriasis

Ada beberapa jenis psoriasis berdasarkan bentuk dan luas sebarannya.

Psoriasis Vulgaris

Psoriasis vulgaris merupakan jenis psoriasis yang paling sering ditemui. Bentuknya berupa bercak-bercak merah atau putih serta bersisik tebal dan kasar. Ukurannya bervariasi mulai dari sebesar biji jagung hingga selebar telapak tangan. Jumlahnya bisa satu atau tak terhitung.

Lokasi persebarannya bisa di kulit kepala, siku, dan lutut. Biasanya muncul di kulit kepala dulu sampai bertahun-tahun kemudian muncul di daerah lain. Psoriasis jenis ini biasanya disertai gatal-gatal yang ringan.

Psoriasis Gutata

Psoriasis gutata biasanya menyerang anak-anak. Bercaknya berbentuk bulat atau lonjong seperti tetesan air dengan diameter 2 - 6 mm. Psoriasis jenis ini biasanya muncul di badan, lengan, dan kaki.

Psoriasis Inversa

Psoriasis inversa berupa bercak merah berkilat atau bersisik. Bercak tersebut muncul pada lipatan-lipatan kulit, seperti selangkangan, ketiak, dan leher. Karena lokasinya pada lipatan kulit, psoriasis jenis ini kurang disadari.

Psoriasis Pustulosa

Psoriasis pustulosa berbentuk seperti jerawat atau bintik yang berisi nanah. Jika bintik bernanah tersebut hanya muncul pada telapak tangan dan kaki maka tidak menimbulkan demam atau menggigil. Tetapi jika jerawat bernanah tersebut muncul di sekujur tubuh maka akan menimbulkan demam dan rasa nyeri yang menyengat.

Psoriasis Eritroderma Psoriatika

Psoriasis jenis ini termasuk jenis yang paling parah. Bercak merah bersisik muncul hampir di seluruh tubuh. Pada kondisi yang sangat parah, lapisan sisiknya besar, tebal, dan kasar.

Penyebab Psoriasis Kambuh

50% penderita psoriasis mengalami masa remisi, yaitu massa di mana kulit merah bersisik yang selama ini menghinggapinya hilang sementara. Suatu saat, lapisan sisik tersebut akan muncul lagi. Kabar baiknya, ada penderita psoriasis yang mengalami masa remisi selama 30 tahun.

Dengan demikian perlu diupayakan agar penyakit tersebut tidak sering kambuh. Diagnosis yang tepat dan perawatan yang terus-menerus dapat membuat penyakit tersebut tidur dan istirahat lebih lama.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan agar psoriasis tidak kambuh.
  • Psoriasis dapat kambuh bila ada gangguan dari luar seperti garukan, gesekan, cidera fisik, infeksi bakteri Streptococcus, dan faktor cuaca. 
  • Psoriasis juga dapat kambuh karena perubahan hormon seperti saat haid, hamil, kelelahan, obat-obatan, tekanan emosional dan mental.
  • Penderita psoriasis harus mewaspadai gangguan kesehatan yang sering memicu kambuhnya psoriasis seperti hipertensi, gangguan tiroid, bisul, dan sindrom metabolik (peningkatan tekanan darah, gula darah, lemak tubuh, dan kadar kolesterol).
  • Kambuhnya psoriasis dapat dicegah dengan rutin berjemur matahari minimal 5 menit setiap hari.

Penanganan Penderita Psoriasis 

Sampai saat ini psoriasis memang tidak dapat disembuhkan. Namun masih dapat diupayakan pengobatan untuk meringankan penderita psoriasis. Pengobatan ini harus ditangani secara medis karena harus disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien.

Sejauh ini ada tiga jenis penanganan psoriasis, yaitu topikal, fototerapi, dan sistemik.

Topikal

Topikal berupa salep atau obat oles yang digunakan untuk mengatasi bercak merah bersisik yang muncul pada tubuh pasien. Jenis obat oles yang digunakan biasanya emolien, kortikosteroid, asam salisilat, tararoten, dan analog vitamin D. Penggunaan obat oles tersebut harus dengan resep dokter karena setiap obat mempunyai efek samping.

Pengobatan ini hanya untuk penderita psoriasis ringan dengan luas kelainan kulit kurang dari 3% permukaan tubuh.

Fototerapi

Fototerapi pada penderita psoriasis dilakukan dengan cara melakukan penyinaran pada kulit pasien. Jenis fototerapi yang digunakan biasanya broadband UVB, narrowband UVB, dan psoralen +UVB. Setiap jenis fototerapi tersebut juga mempunyai efek samping, di antaranya timbul rasa nyeri seperti terbakar matahari.

Fototerapi ini dilakukan pada pasien yang tidak dapat diatasi dengan cara topikal atau pemberian obat oles. Sayangnya, fasilitas fototerapi ini belum tersedia di setiap rumah sakit.

Sistemik

Sistemik adalah pengobatan dengan cara oral atau injeksi. Pengobatan yang terbaru adalah dengan agen biologik, yaitu melalui suntikan dan infus.

Pengobatan sistemik dapat dilakukan pada penderita psoriasis sedang sampai berat. Biasanya digunakan untuk psoriasis jenis eritroderma psoriatika dan pustulosa.

Kabarnya, Kim Kardashian menjalani terapi suntikan kortison. Injeksi ini diberikan langsung ke bokong atau lengan. Tetapi terapi suntikan kortison ini mempunyai efek samping, yaitu penipisan lemak di daerah tempat suntikan. Sehingga akan meninggalkan lekukan permanen di daerah injeksi tersebut.

Selain meninggalkan lekukan, psoriasis akan kambuh lagi ketika efek kortison habis. Itulah alasan mengapa suntikan kortison tidak direkomendasikan sebagai pengobatan utama.

Saran

Karena psoriasis bukan penyakit menular, alangkah bijaknya bila kita tidak mengucilkan penderita psoriasis. Penderita psoriasis tidak hanya menghadapi gangguan klinis pada fisiknya saja, tetapi ia juga menanggung penderitaan psikis dan mental yang sangat berat. Ia mengalami depresi dan keputusasaan dalam hidupnya bahkan ingin bunuh diri.

Demikian informasi tentang penyakit psoriasis beserta penyebab, jenis, dan cara menanganinya. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.