Tuesday, 7 April 2015

Olahraga itu Ibadah

olahraga sebagai rasa syukur, ibadah

Bagi sebagian orang, bayangan tentang olahraga raga adalah sepakbola, basket, volley, bulu tangkis, tenis meja, dan lain-lain. Sehingga bagi mereka yang tidak mempunyai kemampuan atau kegemaran di bidang tersebut akan antipati terhadap olahraga.

Nah, dengan pemahaman di atas, bisa ditebak kelompok orang yang jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah berolahraga. Kelompok tersebut mungkin adalah ibu-ibu rumah tangga, para eksekutif dan bos, serta para ilmuwan dan rokhaniawan.




Coba perhatikan perawakan orang-orang dalam kelompok di atas, kalau tidak kurus ya gemuk. Jarang sekali kita temui dari kelompok tersebut yang mempunyai bentuk tubuh yang ideal. Belum lagi kalau mereka sakit. Penyakit yang mereka derita relatif lebih sering dan lebih parah daripada orang-orang yang istiqomah olahraga.

Kita Selama ini Hanya Berdoa

Saya sering mendengar orang berdoa atau memimpin doa agar diberi kesehatan. Bahkan saya pun senantiasa memanjatkan doa tersebut. Namun kadang-kadang kita lupa, berdoa tanpa diiringi usaha adalah sia-sia. Ibarat ingin dapat rejeki yang banyak tapi tidak mau bekerja. Ingin dapat nilai yang bagus tapi tidak mau belajar. Ya, mungkin semua itu dapat terjadi jika Allah menghendaki. Tapi itu tidak berlaku untuk semua orang.

Mungkin kita sudah berusaha, di antaranya dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Tapi ingat, makanan yang sehat adalah makanan yang segar, makanan yang natural, atau makanan yang diolah dengan cara yang sederhana, direbus, atau dikukus saja. Begitu makanan tersebut diolah, kita tidak bisa menghindar dari zat kimia sintetis, seperti pengawet buatan, pemanis buatan, penyedap rasa buatan, dan lain-lain. Belum lagi kalau kita runut asal muasal bahan makanan yang kita makan, bagaimana ayam diternak, bagaimana buah dan sayur ditanam.

Mungkin juga kita merasa sudah menjaga tubuh dengan baik dengan cara merawat kulit, merawat rambut, memberi make up, menghiasi dengan pakaian yang indah. Tapi itu semua belum lengkap tanpa olahraga. Ibarat motor, kita cuci motor setiap hari, kita poles dengan cairan pengkilap body, kita beri asesoris, kita belikan bensin beroktan tinggi, tetapi kita tidak merawat mesinnya. Luarnya bagus, dalamnya hangus.




Satu-satunya solusi di samping mengatur pola makanan yang sehat adalah berolahraga secara istiqomah dan terukur. Berolahraga adalah usaha yang paling tepat untuk mengiringi doa kita. Di sinilah olahraga itu akan bernilai ibadah.

Olahraga sebagai Bentuk Rasa Syukur

Apa yang ada pada tubuh kita adalah titipan dari Allah, semata milik Allah SWT. Ada 360 sendi dalam tubuh kita. Jika kita rawat baik-baik, kita beri pelemasan pada seluruh persendian kita setiap hari dengan berolahraga, berarti kita mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Insya Allah kita akan diberi kesehatan karena siapa saja yang mensyukuri nikmat Allah maka Allah akan menambah nikmat itu.

Sebaliknya, jika kita tidak mau merawat tubuh dengan baik, tidak memberi asupan makanan yang sehat, itu berarti kita tidak mensyukuri nikmat yang diberikan Allah. Maka tungguhlah peringatan dari Allah, mungkin berupa sakit atau bahkan berujung pada kematian.

Jika kita sudah berusaha dan berdoa tetapi Allah tetap memberi kita sakit maka sakit yang kita derita adalah nikmat. 

Sakit yang demikian adalah ujian. Bukan musibah. Sakit yang menambah ketakwaan kita kepada Allah.

Jadi, mewujudkan rasa syukur akan nikmat Allah tidak hanya dengan mengucapkan kalam 'Alhamdulillah'. Berolahraga dengan tujuan untuk menjaga kesehatan tubuh juga termasuk realisasi rasa syukur. Inilah nilai ibadah yang akan kita peroleh.

Berolahraga agar Tetap Bisa Beribadah di Masa Tua

Pola hidup yang tidak sehat memang tidak akan terasa dampaknya ketika kita masih muda. Tetapi dampak tersebut mulai terasa ketika menginjak usia tua. Mungkin berupa kelemahan fisik atau penyakit yang datang silih berganti. Bahkan menginjak usia 45 tahun sudah mulai terasa dampaknya. Mulai badan cepat lelah, sering pusing, asam urat, tekanan darah tinggi, bahkan stroke.

Apakah dengan berolahraga kita akan terbebas dari sakit dan akan hidup lebih lama? Umur setiap orang sudah ditentukan sejak zaman azali. Misalkan umur saya ditetapkan 70 tahun, saya berdoa (tentu saja disertai usaha) agar selama 70 tahun itu hidup saya bermanfaat untuk orang lain bukan malah menjadi beban. Artinya saya memohon agar tidak diberi penyakit yang parah, pikun, atau penyakit gangguan otak yang lain. Dengan kata lain jika umur saya 70 tahun saya bisa beribadah selama 70 tahun.

Jika seseorang yang umurnya 70 tahun tetapi di akhir hayatnya sakit berat selama 10 tahun, sama saja umur efektifnya cuma 60 tahun, yang 10 tahun jadi beban orang lain. Manfaat hidupnya hanya 60 tahun padahal umurnya 70 tahun.

Sakit memang datangnya dari Allah. Tetapi kalau kita berusaha, Allah akan memperhitungkan usaha hamba-Nya. Allah Maha Bijaksana, Allah tidak tidur, 

Berolahraga dengan tujuan kesehatan tubuh, dengan tujuan ibadah, tidak harus berada di tempat-tempat tertentu. Berolahraga bisa dilakukan di samping rumah, di belakang rumah, di dalam kamar, bahkan di tempat kerja pun kita bisa berolahraga.

Simak juga Olahraga itu Bisa di Kantor, Bro..!

Berolahraga itu Beramal

Jika kita sudah berolahraga secara rutin dan kita diberi kesehatan atas usaha kita itu, berarti kita telah mengurangi anggaran kesehatan untuk tubuh kita. Kelebihan anggaran itu bisa gunakan untuk menambah nafkah keluarga, menambah anggaran pendidikan untuk anak-anak kita, bahkan kita bisa bersedekah untuk anak yatim piatu atau orang-orang yang membutuhkan.

Simak juga, Olahraga Masyarakat Desa dan Kota.

Demikian artikel tentang arti olahraga yang ditinjau dari segi ibadah. Semoga bermanfaat. Jangan lupa like atau beri +1 jika artikel ini bermanfaat bagi Anda.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.