Saturday, 26 September 2015

Cara Ampuh Mengatasi Tumit Kaki Pecah-pecah

tumit kaki tidak pecah-pecah

Selain terasa sakit dan mengakibatkan infeksi, tumit kaki pecah-pecah juga mengganggu penampilan. Memang kita dapat menyembunyikan tumit pecah-pecah dengan memakai sepatu atau kaos kaki, tetapi itu hanya berlaku pada kondisi tertentu saja. Pada kondisi yang lain, misal saat mengikuti sholat berjamaah bagi laki-laki, terpaksa tumit kaki yang pecah-pecah tersebut harus kita tampakkan pada jamaah di belakang kita.

Sedangkan bagi seorang wanita, permasalahannya lebih kompleks lagi. Seorang wanita yang tumit kakinya pecah-pecah akan minder atau kurang percaya diri saat mengenakan sepatu tumit terbuka atau saat mengenakan sandal. Selain itu, aktivitas rumah tangga sehari-hari terutama yang bersentuhan dengan air, akan terganggu saat tumit yang pecah-pecah tersebut sedang sakit-sakitnya.

Simak juga, Psoriasis: Penyakit Kulit yang Diderita oleh Aktris Kondang Kim Kardashian.

Penyebab Tumit Kaki Pecah-pecah




Telapak kaki merupakan anggota tubuh yang letaknya paling bawah. Itulah sebabnya kita kurang memperhatikan perawatan dan kesehatannya. Kurangnya perawatan inilah yang menjadi sebab utama tumit kaki pecah-pecah.  

Kurang Vitamin dan Mineral

Tumit kaki pecah-pecah bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin E, mineral (kalsium, seng, dan besi), dan asam lemak omega 3. Vitamin dan mineral tersebut ada yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Oleh karena itu harus diperoleh melalui makanan.

Vitamin E bisa diperoleh dari minyak sayur, sayuran hijau, gandum, dan kacang-kacangan. Kalsium diperoleh dari produk susu, ikan, jus buah, dan brokoli. Zat besi bisa diperoleh dari daging, ikan, telur, bayam, dan kacang-kacangan. Zink atau seng diperoleh dari ayam, kepiting, kacang merah, dan beras merah. Sedangkan asam lemak omega 3 diperoleh dari ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Kulit Kering

Kulit kering atau xerosis kurang kenyal dibandingkan dengan kulit yang lembab. Karena kurang kenyal, kulit jenis ini akan rentan pecah bila sering mendapat tekanan dan suhu yang tinggi.

Berdiri Terlalu Lama

Berdiri terlalu lama berarti memberi beban pada telapak kaki tanpa istirahat. Seluruh beban tubuh akan terkonsentrasi pada dua titik, yaitu kedua tumit kaki. Jika ini sering terjadi, tumit kaki akan mempertahankan diri dengan cara melebar ke samping sehingga telapak kaki menjadi lebih lebar. Lama-lama, tepi telapak kaki bagian tumit retak dan akhirnya pecah.

Sering Terkena Air

Kaki yang terus-menerus kena air menyebabkan kehilangan minyak alami kulit atau sebum. Akibatnya kulit menjadi lembab tetapi kurang sebum. Kulit terasa kasar dan elastisitasnya berkurang. Kondisi ini mengakibatkan kulit rentan retak dan pecah-pecah.

Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas berarti menambah beban yang harus ditanggung oleh kedua tumit kaki. Telapak kaki, terutama sekitar tumit, lebih tertekan sehingga melebar ke samping. Jika fleksibilitas kulit rendah (kurang kenyal) maka tumit  mengalami retak-retak dan akhirnya pecah-pecah.

Efek Penyakit

Tumit kaki pecah-pecah juga bisa disebabkan karena efek dari suatu penyakit. Penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis adalah salah satu penyebabnya. Penyakit tiroid dan diabetes menyebabkan kulit kurang berkeringat. Kulit menjadi kering dan akhirnya pecah-pecah.

Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, elastisitas kulit semakin berkurang. Kulit menjadi bersisik, tebal, dan kering. Dengan demikian, semakin tua seseorang semakin tinggi risiko mengalami tumit kaki pecah-pecah.
telapak tumit kaki pecah-pecah

Cara Mengatasi Tumit Kaki Pecah-pecah

Perawatan telapak kaki, terutama tumit, memang seringkali luput dari perhatian kita. Kita sering membiarkan kaki kapalan, kaki kering, kepanasan, atau terendam air terlalu lama. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi tumit kaki yang terlanjur pecah-pecah.

Merendam Kaki dengan Larutan Garam Epsom

Garam epsom adalah senyawa kimia dengan rumus MgSO4.7H2O. Garam ini dikenal juga dengan sebutan garam inggris. Garam epsom bisa diperoleh di apotek atau toko kecantikan.

Dilihat dari rumus kimianya, garam epsom mengandung magnesium sulfat yang tinggi. Dengan demikian, garam epsom dapat membantu penyerapan magnesium yang tidak dapat diserap oleh tubuh. Magnesium ini sangat penting bagi sel-sel tubuh sehingga dapat menyehatkan kulit dan mengeluarkan racun dalam tubuh.
garam epsom, garam inggris, magnesium sulfat
Merendam kaki dalam larutan garam epsom akan dapat melancarkan sirkulasi darah dan relaksasi otot di sekitar tumit. Cara ini sangat cocok untuk menyembuhkan tumit kaki pecah-pecah yang disebabkan oleh kulit kering. Berikut ini adalah cara memanfaatkan garam epsom untuk menyembuhkan tumit pecah-pecah.
  • Sediakan air hangat dalam ember kira-kira setinggi mata kaki Anda.
  • Masukkan satu sendok makan garam epsom atau garam inggris ke dalam ember yang telah berisi air hangat.
  • Rendam kaki ke dalam larutan garam inggris ini selama 10 menit.
  • Gosok tumit dengan batu apung secara perlahan-lahan.
  • Rendam kembali kaki Anda dalam larutan selama 10 menit.
  • Bilas kaki dengan air bersih dan keringkan dengan handuk.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan perawatan ini setiap hari sebelum tidur dan kenakan kaos kaki berbahan katun selama tidur. Sekitar dua minggu biasanya sudah sembuh.

Simak juga Perut Rata Hanya dengan Garam Inggris.

Merendam Kaki dengan Larutan Cuka Apel

Cuka apel merupakan cuka buah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan tubuh. Cuka apel dijual bebas di pasar, apotek, atau toko kecantikan.

Asam asetat yang terkandung dalam cuka apel sangat ampuh melembutkan kulit dan memudahkan proses eksfoliasi atau pengelupasan kulit. Eksfoliasi ini akan merangsang pertumbuhan sel-sel baru untuk memperbarui kulit.




Merendam kaki ke dalam larutan cuka apel selain dapat menyembuhkan tumit kaki yang pecah-pecah, juga dapat mengusir rasa pegal pada kaki. Caranya cukup mudah. Anda tinggal melarutkan cuka apel secukupnya ke dalam air hangat. Kemudian lakukan langkah yang sama seperti merendam kaki dalam larutan garam epsom.

Merendam Kaki dengan Larutan Sari Buah Lemon

Sari buah lemon mengandung asam alami ringan yang dapat melepas sel kulit mati atau kering. Terlepasnya sel kulit mati ini akan diikuti oleh pembentukan kulit baru yang halus dan cantik.

Cara memanfaatkan sari buah lemon untuk mengatasi tumit kaki yang pecah-pecah tidaklah sulit. Siapkan satu buah lemon. Peras buah tersebut untuk diambil sarinya. Kemudian larutkan perasan sari buah lemon tersebut ke dalam air hangat. Setelah itu, lakukan langkah-langkah yang sama seperti di atas.

Mengolesi Tumit dengan Minyak Nabati

Yang tergolong minyak nabati antara lain minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak wijen. Minyak kelapa membantu melembabkan kulit sehingga sangat cocok untuk mengatasi tumit kaki kering dan pecah-pecah. Minyak kelapa juga antimikroba dan antijamur sehingga ampuh mengusir bakteri dan jamur pada tumit kaki yang pecah-pecah.

Cara memanfaatkan khasiatnya hanya dengan mengoleskan pada bagian tumit sambil memijat perlahan-lahan. Namun sebelumnya, pastikan kaki sudah direndam pada larutan garam epsom, cuka apel, atau sari buah lemon. Lakukan secara rutin sebelum tidur. Jangan lupa kenakan kaos kaki selama tidur.

Minyak zaitun dan minyak wijen mempunyai khasiat yang sama dengan minyak kelapa dalam mengatasi tumit kaki yang pecah-pecah. Artinya, jika Anda tidak mendapatkan minyak kelapa, gunakan saja minyak zaitun atau minyak wijen. Demikian juga sebaliknya. 

Scrub Gliserin dan Sari Buah Lemon

Gliserin adalah cairan kental yang tidak berwarna dan mempunyai rasa manis. Cairan ini banyak digunakan dalam pembuatan produk-produk kecantikan karena mempunyai sifat higroskopis atau menyerap air dari udara sekitarnya. Artinya, bila dioleskan pada kulit, gliserin akan bersifat melembabkan dan melembutkan. 

Kombinasi antara gliserin dan sari buah lemon dapat dijadikan scrub yang ampuh untuk menghilangkan tumit kaki yang pecah-pecah. Scrub ini akan lebih efektif jika ditambahkan air mawar. Air mawar mengandung vitamin A, B3, C, D, dan E, serta antioksidan, anti-inflamasi, dan antiseptik.

Berikut ini cara membuat scrub gliserin dan sari buah lemon.
  • Buat campuran gliserin, sari buah lemon, air mawar dengan perbandingan seimbang.
  • Aduk sampai rata hingga membentuk pasta.
  • Oleskan pada bagian tumit kaki yang pecah-pecah.
  • Diamkan sekitar 20 menit.
  • Bilas dengan air bersih dan keringkan dengan handuk.
Lakukan setiap hari selama sekitar dua minggu.

Scrub Madu dan Gandum

Madu mempunyai sifat pelembab dan antibakteri. Kombinasi madu dan gandum dapat digunakan sebagai scrub untuk mengatasi tumit kaki yang pecah-pecah. Berikut ini cara membuat scrub dari madu dan gandum.
  • Campur 1 sendok makan gandum bubuk, 1/4 cangkir madu, dan minyak kelapa secukupnya.
  • Aduk hingga mengental seperti pasta.
  • Oleskan pada bagian tumit kaki yang pecah-pecah.
  • Diamkan sekitar 30 menit.
  • Bilas dengan air dingin dan keringkan dengan handuk.
Lakukan setiap hari hingga pecah-pecah pada kaki hilang.

Scrub Tepung Beras

Beras mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Vitamin yang terkandung di dalamnya di antaranya vitamin B1, C, dan E yang mampu membuat pori-pori kulit menjadi kecil. Beras juga mengandung asam ferulic yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Selain itu, kandungan beras juga efektif mempercepat proses pengelupasan sel kulit mati sehingga regenerasi kulit berjalan lancar.

Simak juga, Memutihkan Wajah dengan Air Cucian Beras.

Berdasarkan kandungan beras tersebut, beras sangat efektif digunakan sebagai scrub untuk mengatasi tumit kaki pecah-pecah. Berikut ini cara membuat scrub tepung beras.
  • Campur 1 sendok makan tepung beras, 1/4 cangkir madu, dan 2 sendok makan cuka apel.
  • Aduk sampai rata hingga menyerupai pasta.
  • Oleskan pada tumit kaki yang pecah-pecah.
Scrub ini efektif menghilangkan kulit mati pada tumit.

Simak juga Kulit Mulus Putih Merona.

Demikian informasi tentang cara mengatasi tumit kaki yang pecah-pecah. Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan isi artikel, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan.